bedah urologi

sekadar catatan kecil

Founiere Gangrene

Penyakit Fournier adalah bentuk dari fascitis nekrotikan yang terdapat di sekitar genitalia eksterna pria. Penyakit ini merupakan kedaruratan di bidang urologi karena mula penyakitnya (onset) berlangsung sangat mendadak, cepat berkembang, bisa menjadi gangrene yang luas, dan menyebabkan septikemia.

Etiologi

Fournier yang pertama kali melaporkan kejadian penyakit ini pada tahun 1883 terhadap 5 pria yang menderita gangrene skrotum, menyebutkan bahwa sebabnya adalah idiopatik. Saat ini penyebab penyakit ini dapat diungkapkan, di antaranya 13-50% adalah infeksi dari kolorektal dan 17-87% sumber infeksi dari urogenitalia, sedang yang lain dari trauma lokal atau infeksi kulit di sekitar genitalia.
Kelainan kolorektal yang dilaporkan sering menyebabkan penyakit ini di antaranya adalah abses pada perianal, perirektal, atau isiorektal, dan perforasi karena kanker kolon, instrumentasi, atau divertikulitis. Sumber dari urogenitalia adalah: striktura uretra yang menyebabkan ekstravasasi urine, balanitis, dan instrumentasi uretra. Diabetes mellitus, alkoholisme, higiene skrotum yang kurang baik, serta penurunan imunitas tubuh seperti pada pasien AIDS memudahkan terjadinya penjalaran gangrene Fournier.

Gambaran klinis
Pada awalnya terdapat demam yang dapat berkembang menjadi demam tinggi sampai toksemia, syok, dan delirium. Keadaan lokal pada penis, skrotum dan kulit sekitarnya tampak bengkak, nyeri, teraba hangat, dan eritematous. Jika teraba krepitasi menandakan adanya infeksi kuman pembentuk gas, di antaranya adalah Clostridium spp. Pada fase lanjut, terjadi gangrene dengan nekrosis luas, plak berwarna hitam dan hijau, dan sekret sangat berbau.
Mikroorganisme penyebab infeksi seringkali tidak hanya satu macam, melainkan merupakan infeksi polimikroba dari enterik gram negatif, gram positif Stafilokokus atau Streptokokus, dan bakteri anerobik (Clostridium spp). E coli, Bakteroides, Klebsiella spp, Proteus spp, Pseudomonas spp, dan Enterokoki disebut sebagai bakteri yang paling sering menyebabkan infeksi ini.

Terapi
Prinsip terapi pada gangrene Fournier adalah terapi suportif memperbaiki keadaan umum pasien, pemberian antibiotika, dan debridement dengan membuang jaringan nekrosis. Antibiotika yang dipilih adalah yang sesuai dengan hasil sensitifitas kultur kuman atau jika belum ada hasil kultur, dipilih antibiotika yang berspektrum luas, yaitu golongan penisilin, klindamisin, atau aminoglikosida.
Tujuan debridement adalah mengangkat seluruh jaringan nekrosis (devitalized tissue). Sebelum dilakukan debridement sebaiknya dicari sumber infeksi dari uretra atau dari kolorektal dengan melakukan uretroskopi atau proktoskopi. Kadang-kadang perlu dilakukan diversi urine melalui sistostomi atau diversi feses dengan melakukan kolostomi. Setelah nekrotomi, dilakukan perawatan terbuka dan kalau perlu pemasangan pipa drainase. Setelah 12 dan 24 jam lagi dilakukan evaluasi untuk menilai demarkasi jaringan nekrosis dan kalau perlu dilakukan operasi ulang. Debridement yang kurang sempurna seringkali membutuhkan operasi ulang bahkan dilaporkan dapat terjadi dua atau empat kali harus masuk kamar operasi.
Pemberian oksigen hiperbarik masih kontroversi. Terapi ini bermanfaat pada infeksi kuman anerobik. Perawatan luka pasca operasi dengan hidroterapi dengan kombinasi rendam duduk hangat, dan  pemberian hidrogen peroksida. Pemberian madu yang belum diproses berguna dalam membersihkan jaringan nekrosis secara enzimatik, mengurangi bau, mampu mensterilkan luka, menyerap air dari luka, memperbaiki oksigenasi jaringan, dan memingkatkan re-epitelialisasi.
Angka mortalitas gangrene Fournier berkisar dari 7-75% dengan rerata 20%. Berbagai faktor yang mempengaruhi terjadinya mortalitas adalah: usia lanjut, penyakit yang sudah menjalar luas, syok atau sepsis, kultur darah menunjukkan bakteriemia, dan uremia.

About these ads

Desember 25, 2012 - Posted by | urologi | , , ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 25 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: