Memilih netbook/subnotebook, komparasi objektif : Acer Aspire One, Hp 2133 mini notebook, Asus eee Pc dan MSI Wind

Rasanya saat ini laptop sedang naik daun. Dan para pengguna mendambakan bentuknya yang portable sehingga mudah dibawa kemana-mana tanpa ada beban. Nah, mungkin atas dasar ini lah beberapa produsen seperti Acer, HP, Asus, MSI menciptakan Notebook mini. Pada artikel ini akan dibahas 4 mini notebook yang kami anggap cocok dan pantas untuk dimiliki karena spec dan fungsionalitasnya.

1. Acer Aspire One

Makin banyak komputer kecil, ringan dengan harga relatif murah yang tersedia di Indonesia. Acer Aspire One memenuhi syarat untuk dimasukkan kedalam tas kecil atau dikepit di ketiak dan dibawa kemana mana. Layar 8.9 inci, berat 985 gr datang langsung dengan aplikasi untuk browser Mozilla Firefox, chat, mail, Open Office, dan games..

Ringan dan ringkas di cafe. Dengan baterai sekalipun, beratnya hanya 985gr. Sayang baterainya hanya tahan 2 jam. Jadi harus bawa power adapter atau beli baterai tambahan. Baterai tambahan dengan kemampuan 4 jam disebutkan tersedia di spesifikasi Aspire One.

Spesifikasi Singkat Acer Aspire One
Nama Acer Aspire One
Layar 8.9 inci resolusi 1024 x600 pixel
Berat 985 gr
Prosessor Intel Atom N270 1.6 Ghz, 512 Kb L2 Cache
Memory 1 GB ( 512MB fixed + 512MB in removable slot )
Storage 8GB ( 6GB dapat digunakan )
Penambahan Storage Satu slot khusus SD untuk penambahan storage
Satu SD/MMC/MS/xD Media Reader
Baterai Lithium Ion 24 W 2200mAH 3-cells Battery ( hingga 2 jam )
Warna Blue, White, Brown, Pink.
Sistem Operasi Linux
Aplikasi Terpasang
Harga US$ 439 ( bonus 4GB SD Card s

Mozilla Firefox 2.0 Browser
Open Office 2.3
One Messenger Chat
One Mail
RSS Reader
Wikipedia
Google Maps
Media Player
Games
Photo Editing, dan lainnya.

elama masih ada )

Spec Lengkap Acer Aspire One

Sementara kita menunggu kesempatan untuk melakukan uji coba yang lebih lengkap, kami menemukan bahwa menggunakan Acer Aspire One untuk melakukan browsing, chat, mengedit dokumen, email, dan lainnya sangatlah mudah dan cepat. Mari kita lihat beberapa screenshoot yang kami ambil.

Dibawah kita mencoba koneksi ke IndosatM2 hotspot dan berhasil masuk. Browser yang digunakan ada Mozilla Firefox yang populer. Browser ini bisa diupgrade ke versi yang lebih baru. Silakan ikuti cara yang dijelaskan di buku manual aplikasi( halaman 54 ).

Acer Aspire One aplication review

Selanjutnya kami dari Tambah.info berhasil login ke account yahoo messenger kami dengan aplikasi One Messangger yang disediakan. Chatting dengan webcam aktif juga dimungkinkan, namun kami tidak mengambil screen shotnya. Chat juga mendukung MSN Live Messengger, dan Google Talk. Beberapa fungsi “personal information” lebih terbatas dari versi messengger client di Windows ( manual halaman 47-48).

Acer Aspire One aplication review

Dibawah adalah layar One Mail yang disebutkan bisa connect ke 6 buah account email, mendukung POP/SMTP/IMAP, termasuk koneksi ke Exchange Web dan Lotus Notes Web.

Acer Aspire One aplication review

Dibawah adalah semua pilihan menu di bagian “Connect”

Acer Aspire One aplication review

Dibawah adalah semua pilihan menu di bagian “Fun”

Acer Aspire One aplication review

Dibawah adalah semua pilihan menu di bagian “Work”

Acer Aspire One aplication review

Dibawah adalah semua pilihan menu di bagian “Files”

Acer Aspire One aplication review

Dibawah adalah semua pilihan menu di bagian “Games”. Tidak sempat mencoba bermain, tapi saya diceritakan bahwa gamesnya ok dan lucu.

Acer Aspire One aplication review

Dibawah layar Media Master. Mendukung file audio dan video apa saja belum sempat kami coba.

Acer Aspire One aplication review

Dibawah adalah layar file manager. Seperti dilihat flash disk 8 GB setelah terformat mempunyai kapasitas 6.4GB. Setelah terisi sistem operasi dan segala aplikasi, maka ada ruang kosong sebesar 3,7 hingga 3,8 GB untuk data kita.

Ada fitur dengan nama “Smart File Manager” dimana jika kita memasangkan kartu di slot SD ( slot sebelah kiri notebook ), maka kapasitas akan digabungkan, bukan terpisah. Dilayar bawah karena yang ditancapkan adalah kartu memori di sebelah kanan notebook, maka kapasitas ditunjukkan terpisah.

Besarnya kartu SD yang bisa dipasangkan di slot SD dan di slot multicard reader adalah masing masing 8 GB. Bila kedua kartu sudah diformat berarti ada kapasitas total sekitar hampir 17GB. Harga kartu SDHC 8 GB saat ini sekitar Rp. 500rb-an.

Acer Aspire One aplication review

Bila anda sudah pernah mencoba aplikasi Open Office maka tentunya tidak ada kesulitan untuk langsung memanfaatkannya. Open Office bisa membaca format Microsoft Word, Excel, dan Powerpoint dan adalah aplikasi open source.

Acer Aspire One aplication review

Dibawah juga ada screen shot “Kolourpaint” yang mirip dengan program microsoft paint.

Acer Aspire One aplication review

Perlu diketahui bahwa sistem operasi yang datang dengan Aspire One adalah sistem operasi yang telah dibuat lebih mudah. Sisi negatifnya adalah tidak akan terlalu mudah untuk menambahkan aplikasi lain kedalamnya. Acer menyediakan fasilitas “Live Update” untuk menambahkan fungsionalitas OS dan aplikasi di kemudian hari. Mungkin karena versi awal, ketika kami coba, tidak ada indikator berapa lama waktu dan besar file yang sedang didownload dalam “Live Update” ini.

Acer Aspire One aplication review
2. HP Mininote 2133

Ketika Anda berpikir tidak mungkin untuk menemukan laptop keren, baru, berukuran kecil dengan harga di bawah Rp 10 juta, HP menawarkan proposisi baru dengan 2133 Mini-Note nya yang baru. Laptop ultra mobile ini memiliki fitur layar 8,9 inci yang hebat, keyboard dengan ukuran terluas di kelasnya, hard disk besar, dan spesifikasi lainnya yang impresif. Apakah ini bisa menjadi mesin “road warrior” yang sempurna? Mari kita simak lebih lanjut.

HP 2133 Mini-Note PC


umpchouse.com | Rp 6,99 juta

Spesifikasi HP 2133 Mini-Note PC (pre-produksi) yang kami terima adalah sbb:

  • Operating System: Genuine Windows Vista Business, Genuine Windows Vista Home Basic 32, FreeDOS, or SuSE Linux Enterprise Desktop 10
  • Processor: VIA C7-M ULV Processor (up to 1.6 GHz, 128 KB L2 cache)
  • Chipset: VIA CN896NB and 8237S SB
  • Memory: DDR2 SDRAM, 667MHz, one SODIMM memory slot, supports up to 2048MB
  • Internal Storage: 120GB/160GB 5400 rpm SATA, 120GB/160GB 7200 rpm SATA with HP 3D DriveGuard; or 64GB Solid State Drive; optional 4GB PATA Flash Module with SuSE Linux
  • Display: 8.9-inch diagonal WXGA (1280 x 768)
  • Graphics: VIA Chrome 9
  • Audio: High Definition Audio, stereos speakers, integrated stereo microphones, stereo headphone/line out, stereo microphone in
  • Wireless support: Broadcom 802.11a/b/g, b/g, optional Bluetooth 2.0, HP Wireless Assistant
    Communications Broadcom Ethernet Integrated Controller (10/100/1000)
  • Expansion slots: (1) ExpressCard/54 slot, Secure Digital (SD) slot
  • Ports and connectors: (2) USB 2.0 ports, VGA, power connector, RJ-45/Ethernet, stereo headphone/line out, stereo microphone in, optional VGA webcam
  • Input device: 92% full-sized keyboard, touchpad with scroll zone
  • Software: HP Backup and Recovery Manager, Roxio Creator 9, Microsoft Office Ready 20078
    Security Kensington lock, Symantec Norton Internet Security
  • Dimensions (H x W x D): 1.05 (at front) x 10.04 x 6.5 inches
  • Weight: 2.63 lb (with 3-cell battery and 4 GB Solid State Drive, 3.23 lb with 6-cell battery and 160GB hard drive, 2.86 lb with 3-cell battery and 160GB hard drive.
  • Power: 6-cell (55 WHr) or 3-cell (28 WHr) Lithium-Ion battery, 65W HP Smart AC Adapter with HP Fast Charge
  • Warranty: Limited 1-year and 90-day warranty options available, depending on country, 1-year limited warranty on primary battery

Harga kisaran untuk HP 2133 Mini-Note mulai dari Rp 4,7 juta dengan prosesor 1 GHz dari VIA, 512MB RAM, 4GB PATA Flash dengan OS Linux, sampai dengan Rp 7,2 juta menggunakan prosesor 1.6GHz, 2GB RAM, hard disk 120GB (5400 rpm) dengan OS WIndows Vista Business.

HP juga menawarkan produk Mini-Note ini dengan kapasitas hard disk 160GB 7200 rpm (konfigurasi yang kami terima untuk ulasan), tapi harga masih belum ditetapkan pada saat penulisan. Tapi cukup aman untuk diasumsikan bahwa konfigurasi ini akan bernilai lebih dari Rp 7,2 juta. Untuk harga-harga, lihat disini.

Buatan dan Desain

HP 2133 Mini-Note memiliki desain yang menarik. Semua yang di kantor setuju kalau Mini-Note memiliki rangka yang kuat dan bentuk yang manis. Casing yang terbuat dari aluminium bercorak garis halus dan plastik ini sangat kokoh dan menyembunyikan bekas jari dengan baik. Bahan ini juga membuat Mini-Note ringan, hany sekitar 1,2 kg saja. Mini-Note memiliki tampang bisnis yang keren, meskipun ditargetkan untuk para mahasiswa dan pelajar juga. Sekali lihat, langsung tahu kenapa. Maksudnya, siapa yang tidak mau laptop kecil yang murah dan bisa dibawa keluar masuk kelas, terutama yang memiliki ukuran keyboard yang penuh.

HP tidak salah mendesain produk. Layar 8,9 inci WXGA terlihat sangat cantik dan mudah untuk dibaca. Namun, layar ini silau terkena pantulan cahaya karena lapisan proteksi. Mini-Note tidak berasa murahan. Saya tidak melihat ada bahan yang bengkok dan menikmati banyaknya fitur dan port di Mini-Note. Mini-Note juga menawarkan beberapa konfigurasi hard disk, yang mudah-mudahan akan membantu di bagian kinerja, mengingat Mini-Note menggunakan prosesor VIA C7-M ULV.

Seperti yang sudah diceritakan sebelumnya, keyboard Mini-Note hampir berukuran full. Besarnya 90% dari ukuran penuh, sangat impresif mengingat ukuran laptop yang kecil ini. Mengetik di Mini-Note beraasa nyaman dibandingkan dengan Asus eee PC. Tapi touch pad berasa sedikit janggal, terutama penempatan tombol klik kiri dan kanannya. Seperti yang bisa dilihat dibawah, Mini-Note memiliki lampu power dan switch wi-fi yang berubah dari biru ketika menyala, menjadi oranye ketika mati.

Kalau sebagian konsumen kecewa karena Mini-Note tidak memiliki drive DVD, namun ini adalah satu fitur yang ditukar dengan desain yang kecil. Sebenarnya tidak banyak ruang tersisa di dalam Mini-Note. Foto dibawah terlihat ruang kosong yang tersisa hanyalah tempat untuk hard disk dan slot ExpressCard.

Berikut adalah video perkenalan singkat untuk HP 2133 Mini-Note:

Layar

Dibandingkan dengan layar-layar sub-notebook lainnya dengan harga dibawah Rp 10 juta, layar HP 2133 Mini-Note lebih dari cantik. Kebanyakan notebook yang kami ulas (terserah dengan harga berapa dan ukuran apapun) akan beruntung untuk memiliki layar seperti ini. Kontrasnya sangat baik, lampu belakang juga terlihat rata dan tidak ada blobor dibagian sisi, warna-warna juga kuat dan tajam dengan sudut pandang yang cukup luas.

Resolusi 1280 x 768 juga fantastis dengan ukuran layar yang cukup kecil ini. Tulisan terlihat sedikit kecil, tapi ini hal yang sepele mengingat Anda dapat menampilkan halaman web yang lengkap seperti semestinya.

Satu-satunya isu yang menjadi kekhawatiran dalam layar ini adalah penggunaan lapisan proteksi yang mengkilap. Meskipun lapisan ini memberikan proteksi tambahan untuk layar, namun efek samping dari lapisan ini adalah refleksi yang cukup terasa. Bukan layar glossy yang seperti umumnya, namun lapisan glossy di atas layar.

Ketika melihat ke layar, mata kita secara natural akan bergeser fokusnya untuk melihat tampilan dilayar dan apa yang terpantul di lapisan mengkilap ini. Ini bisa menyebabkan mata berasa capek dan sakit kepala ketika melihat layar seperti ini. Saya sebenarnya merasa sedikit sakit kepala ketika menggunakan laptop ini setelah kurang dari 2 jam.

Berikut adalah beberapa contoh gambar yang mengilustrasikan pantulan di Mini-Note ini:


Pantulan di layar dalam ruangan gelap tidak terlalu terasa, tapi untuk kebanyakan pengguna, biasanya tidak berada dalam ruang yang gelap, kecuali ketika menonton film. Kalau Anda tidak terlalu sensitif terhadap pantulan ini, maka layar ini sangatlah cantik ketika dilihat langsung dari depan.

Keyboard dan Touchpad

Keyboard Mini-Note sangat baik. Untuk singkatnya, keyboard terbaik yang pernah kami lihat di laptop kecil. Tuts atau tombok di keyboard diwarnai silver dan sangat halus terasa. Tidak ada rasa tekstur di keyboard ini. Yang terbaik adalah ukurannya yang besar. Maksudku, ukurannya hampir penuh, jadi menulis dokumen dengan keyboard ini sangat mudah. Tidak ada masalah mengetik karena menekan tombol yang salah. Saya tidak melihat tanda-tanda rinki dan sangat menyukai tombol-tombol yang ukuran penuh, kecuali beberapa. Seperti tombol tilda dan nomer satu berasa agak kecil dibandingkan dengan yang lainnya, memberikan kesan aneh. Tombol spasi juga berasa sedikit kecil dibandingkan dengan yang lainnya.

Touchpad-nya berasa aneh. Kadang reaksinya agak lambat, tapi mudah untuk digerakkan. Tombol klik kiri dan kanan menggangu. Lokasi tombol ini disamping kiri dan kanan touchpad, dan membutuhkan sedikit waktu untuk terbiasa. Saya kadang lupa sedikit memencet tombol apa. Area untuk telapak perlu sedikit lebih besar, jadi tombol-tombol bisa dipindahkan kebawah touchpad seperti di eee pc. Tombol diatas touchpad berfungsi untuk mematikan touchpad, mudah digunakan ketika mengetik.

Ports Input dan Output

Tentunya, kompromi kecil yang harus diambil dengan bentuk yang ultra-mobile ini adalah tidak mungkinnya mengakomodasi semua port standar di laptop ukuran besar. HP berhasil mengakomodasi cukup banyak port. Berikut port-port tsb:

  • 1x ExpressCard/54 slot
  • Secure Digital (SD) card reader
  • 2x USB 2.0 ports
  • VGA out
  • Power connector
  • RJ-45/Ethernet
  • Stereo headphone/line out
  • Stereo microphone/line in

Berikut tur singkat HP 2133 Mini-Note:

Tampak depan: Tombol power, status hard disk, switch Wi-Fi.


Tampak belakang: Tidak ada port sama sekali, cuman engsel dan batere.


Tampak kiri: VGA, ventilasi, USB 2.0 port, microphone in, headphone out.


Tampak kanan: ExpressCard/54 slot, SD card reader, USB 2.0 port, Ethernet, power connector, dan slot keamanan.

Kinerja dan Hasil Test

Setelah buatan yang hebat dan desain yang menarik, ekspektasi untuk HP 2133 Mini-Note adalah kinerja yang hebat juga. Sayangnya, kinerja adalah area dimana Mini-Note sedikit kekurangan.

Diatas kertas, prosesor 1m6 GHz VIA C7-M semestinya memberikan kecepatan yang sangat baik untuk tugas-tugas komputasi yang umum. Dalam kenyataannya, halaman web muncul sedikit lambat, pekerjaan paralel berasa lambat sekali, dan banyak aplikasi yang haus kekuatan prosesor seperti Photoshop atau software untuk encode video, tidak menyukai prosesor VIA ini.

Test sintestis standard kami juga tidak mudah dijalankan di prosesor VIA atau grafis VIA Chrome 9. Meskipun test ini tidak selalu memberikan ukuran yang akurat dari kinerja sebenarnya, test ini memberikan perbandingan yang baik dengan laptop-laptop lainnya di pasaran.

Meskipun hasil test tidak “buruk”, namun tidak terasa terlalu hebat juga mengingat harga Mini-Note ini diatas Rp 7,2 juta. Mari kita lihat hasil testnya.

PCMark05 menghitung kinerja sistem secara keseluruhan (skor semakin tinggi, semakin baik)

Notebook PCMark05 Score
HP 2133 Mini-Note (1.6GHz VIA C7-M ULV) 801 PCMarks
HTC Shift (800MHz Intel A110) 891 PCMarks
Asus Eee PC 4G (630MHz Intel Celeron M ULV) 908 PCMarks
Asus Eee PC 4G (900MHz Intel Celeron M ULV) 1,132 PCMarks
Everex CloudBook (1.2GHz VIA C7-M ULV) 612 PCMarks
Sony VAIO TZ (1.20GHz Intel Core 2 Duo U7600) 2,446 PCMarks
Fujitsu LifeBook P7230 (1.2GHz Intel Core Solo U1400) 1,152 PCMarks
Sony VAIO VGN-G11XN/B (1.33GHz Core Solo U1500) 1,554 PCMarks
Toshiba Portege R500 (1.2GHz Intel Core 2 Duo U7600) 1,839 PCMarks

Perbandingan tes prosesor menggunakan wPrime (skor semakin rendah, semakin baik):

Notebook / CPU wPrime 32M time
HP 2133 Mini-Note (Via CV7-M ULV @ 1.6GHz) 168.697 seconds
Asus Eee PC 4G (Intel Celeron M ULV @ 630MHz) 289.156 seconds
Asus Eee PC 4G (Intel Celeron M ULV @ 900MHz) 200.968 seconds
Everex CloudBook (VIA C7-M ULV @ 1.2GHz) 248.705 seconds
Fujitsu U810 Tablet PC (Intel A110 @ 800MHz) 209.980 seconds
Sony VAIO VGN-G11XN/B (Core Solo U1500 @ 1.33GHz) 124.581 seconds
Sony VAIO TZ (Core 2 Duo U7600 @ 1.2GHz) 76.240 seconds
Dell Inspiron 2650 (Pentium 4 Mobile @ 1.6GHz) 231.714 seconds

Perbandingan hasil 3DMark06 untuk kinerja grafis (skor tinggi lebih baik):

Notebook 3DMark06 Score
HP 2133 Mini-Note (1.6GHz VIA C7-M ULV, VIA Chrome 9) 93 3DMarks
Averatec 2575 (2.2 GHz AMD Turion 64 X2 TL-64, ATI RS690T) 377 3DMarks
Dell Inspiron 1525 (2.0GHz Intel T7250, Intel X3100) 545 3DMarks
Sony VAIO NR (1.5GHz Intel Core 2 Duo T5250, Intel X3100) 504 3DMarks
Dell XPS M1530 (2.20GHz Intel T7500, Nvidia 8600M GT 256MB) 4,332 3DMarks
Dell Inspiron 1520 (2.0GHz Intel T7300, NVIDIA 8600M GT) 2,905 3DMarks
Dell XPS M1330 (2.0GHz Intel Core 2 Duo T7300, NVIDIA GeForce Go 8400M GS 128MB) 1,408 3DMarks
Samsung Q70 (2.0GHz Core 2 Duo T7300 and nVidia 8400M G GPU) 1,069 3DMarks
Asus F3sv-A1 (Core 2 Duo T7300 2.0GHz, Nvidia 8600M GS 256MB) 2,344 3DMarks
Alienware Area 51 m5550 (2.33GHz Core 2 Duo, nVidia GeForce Go 7600 256MB 2,183 3DMarks
Fujitsu Siemens Amilo Xi 1526 (1.66GHz Core Duo, nVidia 7600Go 256 MB) 2,144 3DMarks
Samsung X60plus (2.0GHz Core 2 Duo T7200, ATI X1700 256MB) 1,831 3DMarks
Asus A6J (1.83GHz Core Duo, ATI X1600 128MB) 1,819 3DMarks
HP dv6000t (2.16 GHz Intel T7400, NVIDA GeForce Go 7400) 827 3DMarks

Hasil test kinerja hard disk menggunakan HDTune:

Faktor lain yang patut dipertimbangkan adalah penggunaan sistem operasinya. Mesin pre-produksi kami menggunakan Windows Vista Business, dan seperti kebanyakan laptop yang menggunakan Vista, kinerja akan turun sebagai hasilnya. Berikut video singkat membandingkan waktu diperlukan untuk memulai HP Mini-Note Vista dan Asus eee PC dengan XP.

Meskipun Anda bisa mendebat keputusan kami untuk membandingkan laptop dengan OS Vista dan laptop dengan OS XP, ini adalah perbandingan yang valid mengingat ini mendemonstrasikan apa konsumen akan rasakan ketika baru membeli produk ini.

Audio

Kinerja speaker Mini-Note cukup superior dibandingkan dengan notebook lainnya dalam kelas yang sama. Audionya sangat baik untuk menonton video clip singkat atau untuk konferensi web, dan juga cukup kuat untuk mendengarkan music atau film panjang tanpa distorsi suara.

Tentunya, untuk kinerja audio terbaik, patut menggunakan speaker eksternal atau headphone.

Panas dan Suara

Prosesor ULV (Ultra Low Voltage) keluaran VIA dalam HP 2133 Mini-Note ini menghasilkan panas yang cukup banyak daripada prosesor ULV lainnya. Pengambilan temperatur diluar rangka aluminium dan plastik bisa mencapai suhu 43 derajat Celcius di beberapa lokasi dan Mini-Note berasa tidak nyaman untuk dipegang setelah lebih dari 30-45 menit penggunaan intensif.

Kipas pendingin berjalan dengan kecepatan penuh setiap saat dan jelas berusaha keras untuk menekan suhu. Kebanyakan, suara kipas hanya terdengar di tempat yang sunyi, tapi kalau Anda bekerja di kantor yang relatif sunyi atau di dalam kelas, bersiaplah untuk mendapatkan komplen dari sesama pekerja atau pelajar disekeliling Anda.

Berikut adalah pembacaan suhu dari HP 2133 Mini-Note (dalam derajat Fahrenheit) diambil dalam kantor bersuhu ruang 24 derajat Celcius. Konversi Fahrenheit ke Celcius sbb:
117 F = 47 deg C
110 F = 43 deg C
100 F = 38 deg C
90 F = 32 deg C

Batere

Secara keseluruhan, HP 2133 Mini-Note melakukan pekerjaan yang baik dalam hal manajemen listrik. Menggunakan Mini-Note terkoneksi ke jaringan Wi-Fi dan melihat-lihat web dengan setting power yang “balanced/imbang” dan layar 50% terangnya, kami mendapatkan ketahanan batere 2 jam dan 15 menit menggunakan batere standar 3-cell. Menggunakan setting yang sama, kami mendapatkan 4 jam dan 11 menit dari bater 6-cell.

Singkatnya, Mini-Note menjadi pendamping mobilitas tinggi dengan batere besar. Hal negatif satu-satunya menggunakan batere besar adalah ukurannya, membuat laptop menjadi lebih berat dan besar. Tapi untungnya, justru memberikan sudut ergonomis yang baik ketika mengetik.


HP 2133 Mini-Note PC


Umpchouse.com | Rp 6,99 juta

Kesimpulan

HP 2133 Mini-Note merupakan salah satu laptop kecil yang terbaik yang pernah kami lihat. Sayangnya, desain dan fitur yang baik dikurangi oleh prosesor grafis yang lambat dan harga yang cukup tinggi.

Meskipun berkinerja grafis rendah, HP 2133 Mini-Note tetap sebuah mesin yang hebat dan sangat cocok untuk pelajar, mahasiswa, guru dan profesional bisnis yang mobile.

Pros

  • Desain bagus, terkesan paling elegan dibanding yang lain, bahan da asal..
  • Notebook 8.9 inci yang paling menawan yang pernah dilihat
  • Buatan yang berkualitas dan kokoh
  • Keyboard yang sangat baik
  • Slot ExpressCard memberikan kemampuan ekspansi yang baik
  • Pilihan konfigurasi yang berbeda

Cons

  • Grafis VIA tidak mendukung kinerja baik, acak adut…
  • Windows Vista terlalu berat untuk dijalankan menggunakan grafis VIA, lemooooot abis…
  • Lokasi yang aneh untuk posisi tombol klik kiri dan kanan
  • Layar terlalu silau karena pantulan dari lapisan proteksi tambahan
  • Casing aluminium dan plastik cukup berasa panas
  • Harga sedikit kemahalan untuk apa yang Anda dapatkan

Baiklah, saya akan mulai dengan kelebihan dari Mini-Note:

  1. Casing Alumunium. Dari jauh sudah nampak keren. Kelihatannya kokoh dan tangguh
  2. Beratnya hanya 1 Kg lebih sedikit (1.19 kg) sehingga mudah untuk dibawa-bawa
  3. Keyboardnya sangat nyaman untuk mengetik. Ukuran keypadnya tidak terlalu kecil, tidak terlalu besar alias sama seperti keyboard standard pada umumnya sehingga ngga ada cerita slip ketika mengetik.
  4. Tersedia slot PCMCIA sehingga memudahkan kita jika nanti akan menambah modem 3G ataupun tools lain yang berbentuk PCMCIA
  5. Kapasitas Harddisk 120 Gb. Sependek pengetahuan saya, sampai tulisan ini dibuat, inilah netbook yang paling besar kapasitas storagenya.
  6. Slot SD. Lumayanlah mempermudah kita untuk ngopi dari kamera digital.
  7. Bluetooth, wireless, webcam. Fitur ini dapat dikatakan standard.
  8. Touchpad yang agak unik. Dan ada fitur untuk menonaktifkan touchpadnya loh. Fitur ini sangat membantu ketika kita tidak mau diganggu oleh touchpad ketika mengetik. Maksudnya, kadang touchpad ini tidak sengaja tersentuh sehingga kusor kabur tak tentu arah dan walhasil ketikan jadi kacau.
  9. Speakernya oke. Suaranya lumayan keras. Tentu saja speakernya tidak bisa dibandingkan dengan speaker premium seperti yang kamu punya. Tapi jika dibandingkan dengan speaker pada DELL Latitude saya yang jadul itu, tentu speaker Mini-Note inilah yang menang.

Kekurangan Mini-Note

  1. Hanya tersedia 3 source boot.

    # Boot from DVD/CDROM

    # Boot from Harddisk

    # NetBoot

    Tidak tersedia boot from USB, sehingga memaksa kita untuk membeli (atau meminjam) optical drive external jika ingin install OS lain ataupun install ulang. Jika opsi tersebut tidak dipilih maka kita harus agak berkeringat dengan NetBoot, tentu saja akan beda cerita jika kamu sudah terbiasa dengan NetBoot.

  2. Tidak ada modem. Tidak seperti MSI Wind. Jadi harus ada modem tambahan jika kamu ingin ber-0809-89999. hehehe.
  3. OS-nya Vista. Tentu saja dengan memory bawaan sebesar 1Gb terasa tidak maksimal dengan OS ini. Ditambah lagi masih banyak software yang tidak mendukung. Mungkin ini salah satu yang membuat harga Mini-Note lebih mahal dibandingkan MSI Wind yang ber-OS XP ataupun Ocer One yang tanpa OS.
  4. Ngga dapet tas. Terpaksa harus beli lagi tas notebook 9

4. MSI WIND

Akhirnya hadir juga MSI Wind yang banyak dibicarakan beberapa bulan lalu, dan ini sebagian review dari laptop tersebut. Wind adalah satu dari sekian mini notebook yang tengah menjadi trend di pasaran laptop, yang diawali oleh hadirnya Asus Eee PC. Namun yang perlu digaris bawahi MSI Wind hadir dengan harga yang lebih rendah dibanding Eee PC pada umumnya. Walaupun sekarang harga murah bukan jaminan produk tersebut dapat diterima dan menguasai pasaran, namun MSI benar-benar melakukan itu, dan menjadikan MSI Wind sebagai mini notebook yang hebat. Tulisan ini mungkin akan memperlihatkan seberapa besar ketakutan Eee PC yang akan muncul setelah hadirnya MSI Wind.

Spesifikasi:
* 1.6GHz Intel Atom Processor
* 10″ WSVGA (1024 x 600) LCD
* Windows XP Home Operating System
* Intel GMA 950 Integrated Graphics
* 1GB 667MHz DDR2 Memory
* 80GB 2.5″ SATA Hard Drive
* Wireless: 802.11b/g and Bluetooth 2.0
* 3-Cell 11.1v 2200mAh Battery

msi-wind-review-1.jpg

Bentuk dan Design
MSI Wind benar-benar terlihat hebat dan jauh dari kesan murahan. Dengan tepian yang rounded dan tampilan yang sangat glossy membuatnya sangat nyaman untuk digenggam dan dibawa, disamping kesan yang sangat professional yang dibawa MSI Wind. Benar-benar tampilan yang sangat menarik perhatian, membuatnya sangat cocok untuk professional bisnis juga remaja maupun anak-anak. Sentuhan pearl white pada finishing luar desain terlihat sangat selaras dengan light grey logo MSI di bagian luarnya. Dengan kualitas yang sangat baik, mengingatkan pada HP Mini-Note. Dibalut menggunakan lapisan plastik yang sangat halus dan kencang, lekukan yang proporsional, dan banyak sentuhan elegan yang membuat anda merasakan telah membelanjakan tiap lembar uang anda dengan cukup setimpal.
msi-wind-review-2.jpg

Display
MSI Wind berbekal LCD dengan teknologi LED backlit matte textured. Sehingga membuatnya sangat terang dan memudahkan dalam membaca meski di tempat gelap sekalipun. Dan dari sejumlah layar yang telah saya coba, ini termasuk dalam jajaran layar tingkat atas. Dengan warna yang seimbang dan tingkat contrast yang cukup bagus. Memang pada saat posisi flip LCD LED-nya terlihat tidak sebagus saat terlihat dari depan, seperti saat keadaan dimiringkan ke atas, kebawah, maupun ke samping kanan dan kiri. Namun begitu, itu tidak cukup menghalangiku untuk membelinya, karena saya berpikir saya tidak mungkin menggunakannya pada posisi-posisi seperti di bawah ini. msi-wind-review-3.jpg msi-wind-review-4.jpg msi-wind-review-5.jpg

Namun perlu diingat, untuk masalah warna kebanyakan laptop dengan harga murah dan terjangkau kebanyakan pada saat layar dilihat dengan tingkat kemiringan tidak terlalu tinggi pun warna akan pecah dan terlihat tidak terlalu jelas. Namun berbeda dengan MSI Wind dengan kualitas layar yang dapat membawakan warna secara penuh dalam tingkat kemiringan cukup tinggi (30?-40?) baik secara vertikal maupun horizontal. Untuk perbandingan lebih jelasnya tentang kualitas layar MSI Wind dengan beberapa laptop lainnya dapat dilihat pada gambar di bawah ini, perbandingan outdoor dan indoor.
msi-wind-review-6.jpg msi-wind-review-7.jpg

Audio
Kualitas speaker pada MSI Wind terasa tidak berbeda dengan laptop ukuran standar dengan full surround sound systems. Cukup nyaman digunakan untuk melihat Youtube dan mendengarkannya. Walaupun Volume level yang dicapai tidak terlalu tinggi. Sehingga penggunaan headphone cukup disarankan.

Battery Life
Untuk penggunaan pada versi 3-cell battery, dengan penggunaan pada brigthness rendah dan processor di set pada ECO mode, Wind dapat bertahan hingga 3 jam dengan wireless terkoneksi namun tanpa penggunaan aplikasi apapun. Dan apabila brigthness ditingkatkan hingga 60% – 70% dan membiarkan prosessor pada normal mode, baterai dapat bertahan 2 jam, dengan ditambah penggunaan web browser, dan instalasi aplikasi ringan. Sedangkan untuk penggunaan 6-cell battery kemampuan bertahan dapat mencapai 4-5 jam.

Performance
System Performance – dengan sangat dibantu oleh Intel Atom processor sebagai fokusnya. Untuk booting ke windows waktunya cukup stabil seperti pada laptop-laptop berukuran standar, dan sebagian besar program dapat dibuka dengan lancar tanpa lag. Secaa keseluruhan performa laptop ini sama dengan laptop ukuran standar hanya saja minus game dan foto editing. Untuk program lain seperti Internet Explorer, Firefox, Pidgin, Word, dan Excel dapat diakses dan bekerja dengan cepat. Namun untuk program yang lebih spesifik seperti Gimp, Half-Life 2, atau 720p video content tidak bekerja secara maksimal. Secara umum untuk Gimp dapat bekerja secara normal pada editing foto dasar, namun pada beberapa kasus atau opsi yang ada, dapat memakan waktu yang lebih lama dibanding Core 2 Duo system. Wind cukup efektif ntuk aktifitas yang formal, namun untuk aktifitas yang lebih spesifik masih belum terlalu maksimal.

3DMark03 Graphics Performance Benchmark (higher scores indicate better performance):

Notebook

3DMark03 Results

MSI Wind (1.6GHz Intel Atom, Intel GMA 950)

589 3DMarks

Lenovo ThinkPad T60 (2.16GHz Intel Core 2 Duo T4400, ATI X1400 128MB)

4,622 3DMarks

wPrime processor comparison results (lower scores mean better performance):

Notebook / CPU

wPrime 32M time

MSI Wind (Intel Atom @ 1.6GHz)

124.656 seconds

Asus Eee PC 901 (Intel Atom @ 1.8GHz)

111 seconds

Asus Eee PC 900 (Intel Celeron M ULV @ 900MHz)

203.734 seconds

HP 2133 Mini-Note (Via CV7-M ULV @ 1.6GHz)

168.697 seconds

Asus Eee PC 4G (Intel Celeron M ULV @ 630MHz)

289.156 seconds

Asus Eee PC 4G (Intel Celeron M ULV @ 900MHz)

200.968 seconds

Everex CloudBook (VIA C7-M ULV @ 1.2GHz)

248.705 seconds

Fujitsu U810 Tablet PC (Intel A110 @ 800MHz)

209.980 seconds

Sony VAIO VGN-G11XN/B (Core Solo U1500 @ 1.33GHz)

124.581 seconds

Sony VAIO TZ (Core 2 Duo U7600 @ 1.2GHz)

76.240 seconds

Dell Inspiron 2650 (Pentium 4 Mobile @ 1.6GHz)

231.714 seconds

Ports and Features MSI wind hadir dengan port yang tidak jauh berbeda dengan laptop ukuran standar, seperti WIFI, Bluetooth 2.0, Webcam, and a card reader, with USB, VGA, LAN, dan seperangkat audio.

Tampak sisi kiri : Kensington Lock slot, AC Power, CPU Exhaust, 2 USB
msi-wind-review-11.jpg

Tampak sisi kanan : USB, SD Card Reader, Headphone/Mic, VGA, LAN
msi-wind-review-12.jpg

Tampak depan: Lampu penanda aktifitas
msi-wind-review-9.jpg

Tampak belakang : Baterai
msi-wind-review-10.jpg

Keyboard and Touchpad
MSI Wind terlihat sangat terang pada keyboardnya, dan mengisi hampir semua ruang yang ada dengan maksimal, namun masih meyisihkan beberapa milimeter untuk tepiannya di kiri dan kanan keyboard. Dan keyboard ini masih cukup proporsional untuk ukuran jari yang besar.
Walaupun ukurannya cukup mungil, namun touchpad pada MSI Wind sangat responsibel dan sensitif. Sehingga dengan sedikit sentuhan saja akan menjadi sangat efektif, karena tidak perlu melakukan tracking berulang-ulang. Terlihat pada gambar bahwa Wind menggunakan single button, seperti pada Eee PC pertama, dengan shallow feedback dan semi-soft click.
msi-wind-review-8.jpg

Kesimpulan
MSI Wind U100 adalah salah satu subnotebook atau UMPC terbaik yang ada saat ini. Dengan layar 10″, harddisk 2,5″ SATA, dan WIFI dengan harga yang cukup bersaing dengan subnotebook lain.

21 thoughts on “Memilih netbook/subnotebook, komparasi objektif : Acer Aspire One, Hp 2133 mini notebook, Asus eee Pc dan MSI Wind”

  1. Artikel di blog ini sangat bagus dan berguna bagi para pembaca. Agar lebih populer, Anda bisa mempromosikan artikel Anda di infoGue.com yang akan berguna bagi semua pembaca di seluruh Indonesia. Telah tersediaa plugin / widget kirim artikel & vote yang ter-integrasi dengan instalasi mudah & singkat. Salam Blogger!
    http://www.infogue.com
    http://teknologi-lainnya.infogue.com/memilih_netbook_subnotebook_komparasi_objektif_acer_aspire_one_hp_2133_mini_notebook_asus_eee_pc_dan_msi_wind

  2. Terima kasih mas informasinya. Kebetulan saya sedang mencari informasi tentang acer mini note. Menurut saya sih keyboard HP mini note kurang enak..panas mungkin karena bahannya yang mudah menyerap panas..

  3. untuk kenyamanan ngetik, mending beli HP 2133 mini notebook ato Lenovo S10 ya?
    HP keyboardnya 92% normal loh, tapi layar 8,9″. bisa2 sakit mata..
    S10 layarnya 10″ tapi keyboard 85% normal, padahal, denger-denger acer aspire one aja ukuran keyboarnya udah 89%normal…

  4. terimakasih atas ulasannya..
    …kalu boleh di informasikan berapa harga MSI wind nya?
    kyak nya saya tertarik dengan mini note tersebut!!!

  5. acer aspire one pink
    I love this little thing!! Small,lightweight but powerful enough to do what I need it to do for work and for personal. In addition to general word processing, I will use it to do Power point presentations for work. And I’m actually looking forward to working on it sitting on an airplane, even if I’m stuck in the dreaded middle seat! I’m recommending it to everyone I know!

  6. Saya malakukan survey sebelum membeli notebook. Akhirnya saya memilih MSI Wind 100. Sudah satu tahun saya memakai notebook ini. Kesimpulan saya, NoteBook ini lebih bisa diandalkan daripada merek-merek lain. Sy sudah bandingkan dengan notebook merek lain milik teman. Salah satu keunggulannya, tidak panas dan tidak perlu kipas, meskipun saya hidupkan semalaman. Jarang hang dan stag, meskipun saya pakai dalam jangka waktu lama. Kapasitas hardisknya cukup besar. Satu lagi daya tahan batteraynya yang lebih dari 3 jam. Saya jarang sekali bawa-bawa adaptor, karena sudah cukup dengan kapasitas baterai yang seperti itu. Hanya yang saya rasakan kurang adalah WIFI-nya. Sinyal Wifi yang diterima kadang-kadang tidak kuat. Di tempat-tempat Wifi yang banyak penggunanya, seringkali kecepatan internatnya lebih lambat daripada notebook kawan di sebelah.
    Produktivitas saya meningkat setelah saya memakai notebook ini. Saya rasa notebook MSI Wind bisa diandalkan, meskipun mereknya tidak terlalu terkenal. Bahkan dalam banyak hal lebih baik daripada merek-merek yang sudah terkenal itu.

  7. acer aspire one ao751h apakah tidak ada blutooth nya
    Ms windows originalnya vista tp setelah diinstal winxp kok blutoothnya tidak kedetect??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s