BNO-IVP

Konsultasi dengan ahli urologi ? Kunjungi  dokter eko spesialis urologi

BNO IVP (blaas nier oversight) atau KUB (Kidney Ureter Bladder) IVU (Intra Venous Urography)  adalah suatu tindakan untuk memvisualisasikan anatomi, dan fungsi ginjal ureter dan kandung kencing. Termasuk didalamnya fungsi pengisian dan pengosongan buli. Pemeriksaan ini diindikasikan untuk:

– Kecurigaan adanya batu disaluran kencing.
– Kecurigaan tumor/keganasan traktus urinarius.
– Gross hematuria.
– Infeksi traktus urinarius yang berulang setelah terapi antibiotik yang adekuat.
–  Pasca trauma deselerasi dengan hematuria yang bermakna.
–  Trauma dengan jejas di flank dengan riwayat shock, dan shok telah stabil.
–  Menilai/evaluasi/follow up tindakan urologis sebelumnya.

Untuk trauma traktus urinarius gold standard adalah CT scan dengan kontras. Dilakukan BNO-IVP jika tidak dapat dilaksanakan CT scan (biaya, tidak adanya fasilitas). Untuk usia anak anak, jika terdapat hematuria berapapun (any degree of hematuria) telah masuk indikasi BNO IVP, meskipun tidak terdapat riwayat shock.
Lanjutkan membaca BNO-IVP

Persiapan BNO IVP

Persiapan BNO-IVP yang baik akan menghasilkan foto BNO-IVP yang baik dan dapat memberikan data yang akurat. Persiapan yang dilakukan minimal 1 hari sebelum rÖntgen. Persiapan yang perlu dilakukan berupa puasa bicara, dan berhenti merokok minimal 24 jam sebelum rÖntgen. Perlu diperhatikan pada penderita diabetes mellitus yang mengkonsumsi metformin. Pada pasien yang mengkonsumsi metformin harus dihentikan minimal 2×24 jam sebelum tindakan. Untuk sementara waktu obat anti hiperglikemik digantikan dengan obat jenis yang lain. Pemberian metformin bersama dengan kontras iodine (contohnya urografin, iopamiro) dapat menyebabkan asidosis laktat.

Persiapan yang dilakukan berupa pemberian diit rendah serat dan gas. Idealnya adalah sebagai berikut:

Pukul Jenis diit
07.00 Sereal dan juice orange 300cc
09.00 Juice avocado 300 cc
11.00 Juice orange 300 cc
13.00 Sereal dan juice orange 300 cc
15.00 Juice orange 300cc
17.00 Juice avocado 300 cc
19.00 Cereal dan juice orange 300 cc
Untuk juice orange dapat diganti juice buah lainnya.

Lanjutkan membaca Persiapan BNO IVP

Membaca BNO IVP

Konsultasi dengan ahli urologi ? Kunjungi  dokter eko spesialis urologi

Membaca suatu foto radiologis memang gampang-gampang susah. Akan terasa mudah bagi yang memiliki dasar radiologis yang kuat dan sering melakukan pembacaan foto jenis tersebut. Untuk memudahkan membaca BNO-IVP akan saya berikan dasar foto. Pada foto BNO-IVP perlu diperhatikan :

  1. bayangan dengan kepadatan yang tinggi akan tampak sebagai bayangan radioopak (berwarna lebih putih). Sedangkan bayanngan dengan kepadatan rendah akan berwarna hitam (radiolusen). Selain kepadatan, opasitas sangat dipengaruhi berat molekul (khusus hal ini kurang bermakna bagi jaringan tubuh manusia, hal ini berguna pada logam yang berbeda contohnya, logam alumunium akan berwarna sedikit kehitaman dibanding timbal untuk ketebalan yang sama).
  2. Persiapan yang buruk akan menghasilkan foto yang buruk pula. Persiapan pada hari sebelumnya seperti diit rendah gas dan rendah residu jika tidak dijalankan dengan baik akan mengakibatkan banyaknya artefak foto sehingga menyulitkan pembacaan. Misalnya kita melihat bayangan opak dikira batu saluran kencing ternyata feses.
  3. Perhitungkan dan gunakan alat rontgen yang baik, kilovolt dan miliampere harus sesuai. Hal ini akan sangat berpengaruh pada kualitas foto.
  4. hindarkan benda di daerah eksposure. seperti kancing celana dan kancing BH akan mengganggu foto, sebaiknya disingkirkan.

Foto BNO-IVP meliputi foto BNO, 5, 15, 30 dan 45 menit (full blaas) pasca penyuntikan kontras dan pengosongan buli. Dalam setyiap foto harus diperhatikan identitas foto dan waktu pelaksanaan foto.

Foto BNO

Foto BNO bukanlah foto polos abdomen. perbadaan mendasar antara foto BNO dan foto polos abdomen antara lain:

Konsultasi dengan ahli urologi ? Kunjungi  dokter eko spesialis urologi
  1. foto BNO diawali dengan persiapan (baca artikel sebelumnya mengenai persiapan BNO-IVP) sedangkan foto polos abdomen dapat dilakukan tanpa persiapan. Bahkan seringkali dilakukan tanpa persiapan, contohnya pada ileus obstruktif maka pasien difoto tanpa persiapan, bahkan sebelum dipasang NGT.
  2. oleh karena foto BNO berusaha untuk menampilkan traktus urinarius dari ginjal hingga kandung kencing, maka luas eksposure harus mencakup itu semua. oleh Karena saluran kencing radiolusen dan tidak tampak dalam foto polos (setelah disuntikkan kontras akan tampak), maka digunakan tulang sebagai skeletopi ( penanda). Dalam foto BNO harus tampak/ dibatasi bidang: batas sisi atas adalah setinggi vertebra thorax X, batas sisi lateral adalah kedua alae ossis ilii harus tervisualisasi sempurna dan batas bawah adalah 2 cm dibawah simfisis pubis.  Sedangkan foto polos abdomen tidak perlu seluas itu.
  3. sesuaikan kilovolt dan miliamper. Foto BNO sebaiknya dapat membedakan antara jaringan keras (tulang), jaringan lunak (otot dan kulit), serta udara. Ketiga hal tersebut harus dapat dibedakan.
  4. oleh karena foto rontgen adalah foto 2 dimensi maka pengetahuan anatomi haruslah baik. Jaringan sisi depan akan tumpang tindih dengan jaringan sisi belakang. Contohnya batu kandung empedu mungkin dikira sebagai batu ginjal, oleh karena jika dilihat dengan sinar AP (dari depan ke belakang) batu kandung empedu berada di proyeksi ginjal. Seandainya ditemukan hal tersebut, sebaiknya dilakukan foto oblik atau lateral sehingga akan jelas di anterior atau posterior.

Lanjutkan membaca Membaca BNO IVP

DJ Stent

Konsultasi dengan ahli urologi ? Kunjungi  dokter eko spesialis urologi

Dj stent merupakan singkatan dari double J stent. Alat ini sering digunakan urolog dengan bentuk seperti 2 buah huruf J. Alat ini dipasang di ureter, satu ekornya berada di sistem pelvikokaliks ginjal dan satu lagi di kandung kemih.

Fungsi dari benda ini adalah untuk mempermudah aliran kencing dari ginjal ke kandung kencing, juga memudahkan terbawanya serpihan batu saluran kencing. Ketika ujung DJ stent berada di sistema pelvikokaliks  maka peristaltik ureter terhenti sehingga seluruh ureter dilatasi. (Sumber peristaltik berada di kaliks minoris ginjal).

Urine dari ginjal mengalir di dalam lubang DJ stent dan juga antara DJ stent dengan ureter.

DJ stent dipasang ketika (indikasi pemasangan DJ stent):

Konsultasi dengan ahli urologi ? Kunjungi  dokter eko spesialis urologi
  1. menyambung ureter yang terputus.
  2. jika saat tindakan URS lapisan dalam ureter terluka.
  3. setelah operasi URS batu ureter distal, karena dikhawatirkan muara ureter bengkak sehingga urine tidak dapat keluar.
  4. stenosis atau penyempitan ureter. DJ stent berfungsi agar setelah dipasang penyempitan tersebut menjadi longgar.
  5. setelah URS dengan batu ureter tertanam, sehingga saat selesai URS lapisan dalam ureter kurang baik.
  6. operasi batu ginjal yang jumlahnya banyak dan terdapat kemungkinan batu sisa. Jika tidak dipasang dapat terjadi bocor urine berkepanjangan.
  7. batu ginjal yang besar dan direncanakan ESWL. Seandainya tidak dipasang maka serpihan batu dapat menimbulkan rasa nyeri.
  8. untuk mengamankan saluran kencing pada pasien kanker cervix.
  9. untuk mengamankan ginjal saat kedua ginjal/ureter tersumbat dan baru dapat diterapi pada 1 sisi saja.  Maka sisi yang lain dipasang DJ stent.
  10. pada pasien gagal ginjal karena sumbatan kencing, (tidak dapat dilakukan nefrostomi karena hidronefrosis kecil).

Resiko pemasangan DJ stent:

Konsultasi dengan ahli urologi ? Kunjungi  dokter eko spesialis urologi
  1. berlubangnya saluran kencing.
  2. urosepsis yaitu kuman saluran kencing beredar di aliran darah.
  3. munculnya batu di DJ stent, oleh karena itu DJ stent diangkat/diganti setelah suatu waktu tertentu. Lama usia DJ stent bervariasi, umumnya 2 bulan dan terdapat yang dapat berusia 1 tahun. Jika tidak diberikan keterangan, biasanya DJ stent berusia 2 bulan. Disarankan DJ stent dicabut atau diganti setelah 2 bulan.
  4. DJ stent tak dapat ditarik. Seandainya hal ini terjadi maka diperlukan operasi terbuka.

(kioswikan)

Electrolyte Corrections ; Koreksi Elektrolit

Konsultasi dengan ahli urologi ? Kunjungi  dokter eko spesialis urologi

A. NATRIUM

Na+: ion utama diluar sel;

N: 135-145 meq/L

– Intrasel 10 meq/L

– Dipertahankan oleh sistim Na-K-ATPase

– Sangat menentukan osmolalitas extrasel selain kadar glukosa dan ureum.

osmol.=2X Na plasma+ gluc/18+ BUN/2,8

N: osmol.efektif= 2X kadar Na plasma

– hipoNa :akibat hilangnya Na+/ retensi

Hiponatremi

Kehilangan Na= 0,6XBBX (140-Na.Pl) + 140X ↓ nya BB

– Pemberian NaCl: deplesi cairan, Insuf.adrenal, ok.diuretik

Koreksi Hiponatremi 

– Koreksi Hiponatremi Bila Na> 125 mEq/L Koreksi dgn NS 500 cc / 8 jam

– Bila Na< 125 mEq/L

Rumus: 0,6X BBX (140-Na plasma)

Maintenance dewasa: 1 meq/BB/hr anak : 2 meq/BB/hr

Penatalaksanaan Hipernatremi

Konsultasi dengan ahli urologi ? Kunjungi  dokter eko spesialis urologi

Koreksi Volume dengan NS ½, NS

Jika Na serum awal > 175 mEq/L, cegah terjadinya edema serebri dengan

Lanjutkan membaca Electrolyte Corrections ; Koreksi Elektrolit

Format Daftar Riwayat Hidup CPNS / PNS

Konsultasi dengan ahli urologi ? Kunjungi  dokter eko spesialis urologi

Oalaaah nyari format daftar riwayat hidup koq susah banget. Apalagi yang diminta yang berdasarkan SK Ka. BKN no 11/2002. Tapi dasar emang gw jenius tak tertandingi, gw sih dapet aja gityu loooh….. Nih gw bagi contoh formatnya:

DOWNLOAD

Konsultasi dengan ahli urologi ? Kunjungi  dokter eko spesialis urologi

Trauma Testis dan Kulit Genital (terjemah bebas)

Konsultasi dengan ahli urologi ? Kunjungi  dokter eko spesialis urologi

Meskipun testis relatif dilindungi oleh mobilitas skrotum, cremasteric refleks kontraksi otot, dan tangguh tunika fibrosa albuginea, cedera tumpul (biasanya akibat dari serangan, peristiwa-peristiwa yang berhubungan dengan olahraga, dan kecelakaan kendaraan bermotor) dapat mengakibatkan pecahnya tunika albuginea, memar, hematoma, dislokasi, atau torsi testis. Cedera testis hasil dari trauma tumpul di sekitar 75% kasus (McAninch et al, 1984; Cass dan Luxenberg, 1991). Luka tembus akibat senjata api, ledakan, dan luka-luka penyulaan mewakili sisanya

Sedangkan hanya 1,5% dari cedera testis tumpul melibatkan kedua gonad, sekitar 30% dari hasil trauma skrotum menembus bilateral cedera (Cass dan Luxenberg, 1988, 1991 [14] [15]). Sebagian besar trauma skrotum penetrasi (72% hingga 83%) berhubungan dengan cedera nongenitourinary termasuk paha, penis, perineum, uretra, atau femoralis kapal (Gomez et al, 1993; Cline et al, 1998). Dalam konflik militer kontemporer, luka genital rekening untuk persentase yang lebih besar urologic cedera karena senjata peledak kuat terlibat dan pengaruh pelindung body armor (Thompson et al, 1998).

Diagnosis

Konsultasi dengan ahli urologi ? Kunjungi  dokter eko spesialis urologi

Pecah testis harus dipertimbangkan dalam semua kasus trauma tumpul skrotum. Kebanyakan pasien mengeluhkan rasa sakit skrotum indah dan mual. Pembengkakan dan ecchymosis adalah variabel, dan derajat hematoma tidak berhubungan dengan testis keparahan cedera; ketiadaan tidak sepenuhnya mengesampingkan testis pecah, dan luka memar tanpa fraktur dapat hadir dengan pendarahan yang signifikan. Skrotum pendarahan dan hematocele bersama dengan kelembutan untuk palpasi sering membatasi pemeriksaan fisik lengkap. Seiring cedera uretra harus dicurigai dan dievaluasi ketika mengungkapkan pemeriksaan darah di meatus atau jika mekanisme cedera atau hematuria menunjukkan kemungkinan. Mandat luka tembus pemeriksaan hati-hati struktur sekitarnya, terutama pembuluh femoralis.
Lanjutkan membaca Trauma Testis dan Kulit Genital (terjemah bebas)

Trauma Penis (terjemah bebas)

Konsultasi dengan ahli urologi ? Kunjungi  dokter eko spesialis urologi

trauma penis2

Pendahuluan

Trauma yang mencederai penis dapat berupa trauma tumpul, trauma tajam, terkena mesin pabrik, ruptur tunika albuguinea, atau strangulasi penis.
Pada trauma tumpul atau terkena mesin, jika tidak terjadi amputasi total, penis cukup dibersihkan dan dilakukan penjahitan primer. Jika terjadi amputasi penis total) dan bagian distal dapat diidentifikasi, dianjurkan dicuci dengan larutan garam fisiologis kemudian disimpan di dalam kantung es, dan dikirim ke pusat rujukan. Jika masih mungkin dilakukan replantasi (penyambungan) secara mikroskopik.
Fraktur Penis
Fraktur penis adalah ruptura tunika albuginea korpus kavernosum penis yang terjadi pada saat penis dalam keadaan ereksi. Ruptura ini dapat disebabkan karena dibengkokkan sendiri oleh pasien pada saat masturbasi, dibengkokkan oleh pasangannya, atau tertekuk secara tidak sengaja pada saat hubungan seksual. Akibat tertekuk ini, penis menjadi bengkok (angulasi) dan timbul  hematoma pada penis dengan disertai rasa nyeri.
Untuk mengetahui letak ruptura, pasien perlu menjalani pemeriksaan foto kavernosografi yaitu memasukkan kontras ke dalam korpus kavernosum dan kemudian diperhatikan adanya ekstravasasi kontras keluar dari tunika albuginea.
Tindakan
Eksplorasi ruptura dengan sayatan sirkuminsisi, kemudian dilakukan evakuasi hematoma. Selanjutnya dilakukan penjahitan pada robekan tunika albuginea. Robekan yang cukup lebar jika tidak dilakukan evakuasi hematom dan penjahitan, dapat menyebabkan terbentuknya jaringan ikat pada tunika yang menimbulkan perasaan nyeri pada penis dan bengkok sewaktu ereksi.

Strangulasi Penis

Konsultasi dengan ahli urologi ? Kunjungi  dokter eko spesialis urologi

Lanjutkan membaca Trauma Penis (terjemah bebas)

sebuah catatan kecil