Phimosis

 

Phimosis adalah preputium yang tidak bisa di retraksi. Phimosis normal terlihat pada anak karena adanya perlengketan (adhesi) antara preputium dan glans penis. Disebut patologis ketika ketidakmampuan untuk retraksi tersebut dikaitkan dengan adanya keluhan lokal pada genital atau adanya keluhan berkemih. Phimosis menyebabkan kecemasan orangtua yang tidak semestinya. Sirkumsisi adalah pengobatan pilihan untuk phimosis patologis. Dengan munculnya teknik bedah yang lebih baru yang efektif dan aman secara medis, tindakan konservatif seperti sirkumsisi secara bertahap semakin ditinggalkan terutama di eropa dan amerika. Orang tua dan dokter harus secara sadar akan adanya pilihan non invasif untuk phimosis patologis dengan hasil yang baik dan dengan efek samping minimal.

 

1. Pendahuluan

Phimosis adalah ketidakmampuan untuk menarik preputium penis sampai korona glans [1]. Keluhan ini sering menyebabkan seorang anak dibawa ke dokter anak. Kebanyakan orang tua akan merasa cemas dan merasa khawatir yang berlebihan tentang ketidakmampuan retraksi preputium pada bayi atau balita mereka. Sebagian besar kasus ini berakhir dengan intervensi bedah dengan sirkumsisi. Analisis rekam medis yang dilakukan di Inggris dan Australia Barat mengungkapkan bahwa terdapat angka kejadian sirkumsisi yang tinggi (yaitu sebanyak 7 kali lipat) yang sebenarnnya tindakan ini seharusnya tidak diperlukan pada phimosis anak usia kurang dari 15 tahun [2, 3, 4]. Tindakan sirkumsisi bukan merupakan tindakan yang tanpa efek samping dan juga memiliki dampak ekonomi yang besar [1, 5-7].

 

2. Anatomi dan Perkembangan Penis

Pembentukan penis dimulai dari minggu ke-7 kehamilan dan selesai pada minggu ke-17 [8]. Integumen penis di depan lipatannya membentuk preputium, yang melingkupi glans penis dan meatus urethra eksternus (Gambar 2.1).
Baca lebih lanjut

Akhirnya kesampean juga… MacBook Air….

Berhubung saia bukan orang yang kaya banyak duit…. baru kali ini saia bisa punya laptop macbook bikinannya apple.. dan pilihan saia jatuh pada macbook air 256 Giga kluaran mid 2013 yang 11 inch. kenapa 11 inchi? ya kerana saia pake buat dibawa2 kemana2..hehe…
Dan asal tau aja, keinginan itu sebenernya udah lamaaaa beet, sejak lebih kurang 2 taun lalu, tapi gagal coz waktu itu saia memilih pake win 8 yang baru aja di launc ( samsung ativ ).

ceritanya begini, ga sengaja sewaktu buka twiter, ada temen ngetwit klo ada promo 5% di Emax. Berarti diitung2 bisa cashback sampe 700 ribuan niih…. anjiiirrrrr… langsung aj menuju TKP. dan alhamdulillah, kesampaian juga… hahahaha…

seperti kebanyakan temen yang baru pake mac, ( apa cuman saia aj ya yg kayak gini.. hahaha), pake mac emang berasa bgtt bedanya. soalnya kita bener2 udah tbiasa ama windows. jadi awalnya emang rada ribet, instal driver ini itu. tapi ya ituuuu…. beda megang klo pake mac, tidak mainstream…. hahaha…

yang saia suka pertama adalah desain.. Baca lebih lanjut

Urology Se-crets

Permohonan maaf untuk semua pengunjung website saya ini, yang selama ini buanyak sekali pertanyaan yang tak terjawab, terbengkalai, tercueki.. bukan maksud hati.. tetapi karena kesibukan saya ( sok sibuk )…  kedepannya kamu2, anda2, sampeyan2 bisa “berhubungan” dengankyu di komen dan terutama follow akyu di twitterkyuuu yaa ..

best regards,

becks

BNO-IVP

BNO IVP (blaas nier oversight) atau KUB (Kidney Ureter Bladder) IVU (Intra Venous Urography)

Adalah suatu tindakan untuk memvisualisasikan anatomi, dan fungsi ginjal ureter dan kandung kencing. Termasuk didalamnya fungsi pengisian dan pengosongan buli. Pemeriksaan ini diindikasikan untuk:

- Kecurigaan adanya batu disaluran kencing.
– Kecurigaan tumor/keganasan traktus urinarius.
– Gross hematuria.
– Infeksi traktus urinarius yang berulang setelah terapi antibiotik yang adekuat.
–  Pasca trauma deselerasi dengan hematuria yang bermakna.
–  Trauma dengan jejas di flank dengan riwayat shock, dan shok telah stabil.
–  Menilai/evaluasi/follow up tindakan urologis sebelumnya.

Untuk trauma traktus urinarius gold standard adalah CT scan dengan kontras. Dilakukan BNO-IVP jika tidak dapat dilaksanakan CT scan (biaya, tidak adanya fasilitas). Untuk usia anak anak, jika terdapat hematuria berapapun (any degree of hematuria) telah masuk indikasi BNO IVP, meskipun tidak terdapat riwayat shock.
Baca lebih lanjut

Persiapan BNO IVP

Persiapan BNO-IVP yang baik akan menghasilkan foto BNO-IVP yang baik dan dapat memberikan data yang akurat. Persiapan yang dilakukan minimal 1 hari sebelum rÖntgen. Persiapan yang perlu dilakukan berupa puasa bicara, dan berhenti merokok minimal 24 jam sebelum rÖntgen. Perlu diperhatikan pada penderita diabetes mellitus yang mengkonsumsi metformin. Pada pasien yang mengkonsumsi metformin harus dihentikan minimal 2×24 jam sebelum tindakan. Untuk sementara waktu obat anti hiperglikemik digantikan dengan obat jenis yang lain. Pemberian metformin bersama dengan kontras iodine (contohnya urografin, iopamiro) dapat menyebabkan asidosis laktat.

Persiapan yang dilakukan berupa pemberian diit rendah serat dan gas. Idealnya adalah sebagai berikut:

Pukul Jenis diit
07.00 Sereal dan juice orange 300cc
09.00 Juice avocado 300 cc
11.00 Juice orange 300 cc
13.00 Sereal dan juice orange 300 cc
15.00 Juice orange 300cc
17.00 Juice avocado 300 cc
19.00 Cereal dan juice orange 300 cc
Untuk juice orange dapat diganti juice buah lainnya.

Baca lebih lanjut

Membaca BNO IVP

Membaca suatu foto radiologis memang gampang-gampang susah. Akan terasa mudah bagi yang memiliki dasar radiologis yang kuat dan sering melakukan pembacaan foto jenis tersebut. Untuk memudahkan membaca BNO-IVP akan saya berikan dasar foto. Pada foto BNO-IVP perlu diperhatikan :

  1. bayangan dengan kepadatan yang tinggi akan tampak sebagai bayangan radioopak (berwarna lebih putih). Sedangkan bayanngan dengan kepadatan rendah akan berwarna hitam (radiolusen). Selain kepadatan, opasitas sangat dipengaruhi berat molekul (khusus hal ini kurang bermakna bagi jaringan tubuh manusia, hal ini berguna pada logam yang berbeda contohnya, logam alumunium akan berwarna sedikit kehitaman dibanding timbal untuk ketebalan yang sama).
  2. Persiapan yang buruk akan menghasilkan foto yang buruk pula. Persiapan pada hari sebelumnya seperti diit rendah gas dan rendah residu jika tidak dijalankan dengan baik akan mengakibatkan banyaknya artefak foto sehingga menyulitkan pembacaan. Misalnya kita melihat bayangan opak dikira batu saluran kencing ternyata feses.
  3. Perhitungkan dan gunakan alat rontgen yang baik, kilovolt dan miliampere harus sesuai. Hal ini akan sangat berpengaruh pada kualitas foto.
  4. hindarkan benda di daerah eksposure. seperti kancing celana dan kancing BH akan mengganggu foto, sebaiknya disingkirkan.

Foto BNO-IVP meliputi foto BNO, 5, 15, 30 dan 45 menit (full blaas) pasca penyuntikan kontras dan pengosongan buli. Dalam setyiap foto harus diperhatikan identitas foto dan waktu pelaksanaan foto.

Foto BNO

Foto BNO bukanlah foto polos abdomen. perbadaan mendasar antara foto BNO dan foto polos abdomen antara lain:

  1. foto BNO diawali dengan persiapan (baca artikel sebelumnya mengenai persiapan BNO-IVP) sedangkan foto polos abdomen dapat dilakukan tanpa persiapan. Bahkan seringkali dilakukan tanpa persiapan, contohnya pada ileus obstruktif maka pasien difoto tanpa persiapan, bahkan sebelum dipasang NGT.
  2. oleh karena foto BNO berusaha untuk menampilkan traktus urinarius dari ginjal hingga kandung kencing, maka luas eksposure harus mencakup itu semua. oleh Karena saluran kencing radiolusen dan tidak tampak dalam foto polos (setelah disuntikkan kontras akan tampak), maka digunakan tulang sebagai skeletopi ( penanda). Dalam foto BNO harus tampak/ dibatasi bidang: batas sisi atas adalah setinggi vertebra thorax X, batas sisi lateral adalah kedua alae ossis ilii harus tervisualisasi sempurna dan batas bawah adalah 2 cm dibawah simfisis pubis.  Sedangkan foto polos abdomen tidak perlu seluas itu.
  3. sesuaikan kilovolt dan miliamper. Foto BNO sebaiknya dapat membedakan antara jaringan keras (tulang), jaringan lunak (otot dan kulit), serta udara. Ketiga hal tersebut harus dapat dibedakan.
  4. oleh karena foto rontgen adalah foto 2 dimensi maka pengetahuan anatomi haruslah baik. Jaringan sisi depan akan tumpang tindih dengan jaringan sisi belakang. Contohnya batu kandung empedu mungkin dikira sebagai batu ginjal, oleh karena jika dilihat dengan sinar AP (dari depan ke belakang) batu kandung empedu berada di proyeksi ginjal. Seandainya ditemukan hal tersebut, sebaiknya dilakukan foto oblik atau lateral sehingga akan jelas di anterior atau posterior.

Baca lebih lanjut

DJ Stent

Dj stent merupakan singkatan dari double J stent. Alat ini sering digunakan urolog dengan bentuk seperti 2 buah huruf J. Alat ini dipasang di ureter, satu ekornya berada di sistem pelvikokaliks ginjal dan satu lagi di kandung kemih.

Fungsi dari benda ini adalah untuk mempermudah aliran kencing dari ginjal ke kandung kencing, juga memudahkan terbawanya serpihan batu saluran kencing. Ketika ujung DJ stent berada di sistema pelvikokaliks  maka peristaltik ureter terhenti sehingga seluruh ureter dilatasi. (Sumber peristaltik berada di kaliks minoris ginjal).

Urine dari ginjal mengalir di dalam lubang DJ stent dan juga antara DJ stent dengan ureter.

DJ stent dipasang ketika (indikasi pemasangan DJ stent):

  1. menyambung ureter yang terputus.
  2. jika saat tindakan URS lapisan dalam ureter terluka.
  3. setelah operasi URS batu ureter distal, karena dikhawatirkan muara ureter bengkak sehingga urine tidak dapat keluar.
  4. stenosis atau penyempitan ureter. DJ stent berfungsi agar setelah dipasang penyempitan tersebut menjadi longgar.
  5. setelah URS dengan batu ureter tertanam, sehingga saat selesai URS lapisan dalam ureter kurang baik.
  6. operasi batu ginjal yang jumlahnya banyak dan terdapat kemungkinan batu sisa. Jika tidak dipasang dapat terjadi bocor urine berkepanjangan.
  7. batu ginjal yang besar dan direncanakan ESWL. Seandainya tidak dipasang maka serpihan batu dapat menimbulkan rasa nyeri.
  8. untuk mengamankan saluran kencing pada pasien kanker cervix.
  9. untuk mengamankan ginjal saat kedua ginjal/ureter tersumbat dan baru dapat diterapi pada 1 sisi saja.  Maka sisi yang lain dipasang DJ stent.
  10. pada pasien gagal ginjal karena sumbatan kencing, (tidak dapat dilakukan nefrostomi karena hidronefrosis kecil).

Resiko pemasangan DJ stent:

  1. berlubangnya saluran kencing.
  2. urosepsis yaitu kuman saluran kencing beredar di aliran darah.
  3. munculnya batu di DJ stent, oleh karena itu DJ stent diangkat/diganti setelah suatu waktu tertentu. Lama usia DJ stent bervariasi, umumnya 2 bulan dan terdapat yang dapat berusia 1 tahun. Jika tidak diberikan keterangan, biasanya DJ stent berusia 2 bulan. Disarankan DJ stent dicabut atau diganti setelah 2 bulan.
  4. DJ stent tak dapat ditarik. Seandainya hal ini terjadi maka diperlukan operasi terbuka.

(kioswikan)

Electrolyte Corrections ; Koreksi Elektrolit

A. NATRIUM

Na+: ion utama diluar sel;

N: 135-145 meq/L

- Intrasel 10 meq/L

- Dipertahankan oleh sistim Na-K-ATPase

- Sangat menentukan osmolalitas extrasel selain kadar glukosa dan ureum.

osmol.=2X Na plasma+ gluc/18+ BUN/2,8

N: osmol.efektif= 2X kadar Na plasma

- hipoNa :akibat hilangnya Na+/ retensi 

Hiponatremi

Kehilangan Na= 0,6XBBX (140-Na.Pl) + 140X ↓ nya BB

- Pemberian NaCl: deplesi cairan, Insuf.adrenal, ok.diuretik

Koreksi Hiponatremi 

- Koreksi Hiponatremi Bila Na> 125 mEq/L Koreksi dgn NS 500 cc / 8 jam

- Bila Na< 125 mEq/L

Rumus: 0,6X BBX (140-Na plasma)

Maintenance dewasa: 1 meq/BB/hr anak : 2 meq/BB/hr

 

Penatalaksanaan Hipernatremi

Koreksi Volume dengan NS ½, NS

Jika Na serum awal > 175 mEq/L, cegah terjadinya edema serebri dengan monitor setiap jam sampai Na serum 155 mEq/L

Penurunan Na serum ; 2mEq/L setiap jam

½ defisit diberikan 24 jam I, sisa dikoreksi dalam 1 – 2 hari

 

B. KALIUM

Koreksi Hipokalemi Harga Normal : 3,5 – 5,1 meq/L

Koreksi Hipokalemi  Defisit K+ : K+ x BB x 0,8

Maintenance : Dewasa : 1 meq / BB / hr Anak : 2 meq / BB / hr 6 Jam I : Defisit + ¼ maintenance 6 Jam II,III,IV : ¼ Maintenance

Sediaan: KCl Flacon 25 cc (25 meq/fl)

Syarat Pemberian infus K: Konsentrasi < 40 meq/L (preparat KCL perdrip) Kecepatan 10 meq / jam

Hiperkalemia

Koreksi Hiperkalemi

Ringan ( 5 – 6 mEq/L)   Oral kayexalate (Na : K exchange resin) 3 x 50 mg

Sedang (6 – 7 mEq/L)    Oral kayexalate (Na : K exchange resin) 3 x 50 mg

       Insulin 12 unit dalam D5% 500 mL (1 : 2) 20 tpm

       D40% 2 flab + 10 IU insulin 16 tetes/menit

Berat (>7 mEq/L)

  Ca glukonas 10% 1 ampul iv selama 1 – 2 menit (onset segera, durasi 15 – 30 menit).       Dapat diulang setelah 5 menit jika tidak   ada perubahan EKG

KALSIUM

- 40% Ca serum terikat albumin

- Harga Normal : 8,5 – 10,5 mg/dl

Pengobatan : koreksi defisiensi dg kalsium i.v (Ca.Gluconat/ klorida 10%) atau peroral (Ca.Gluconas/karbonat); dpt Disertai pemberian vit.D dosis besar

Hiperkalsemia

Terapi Hiperkalsemia

1. Fosfat: meningkatkan deposisi kalk tulang & menghambat resorbsi tulang; hati2 pada GGK

2. Indometasin : berguna pada hiperkalsemia akibat keganasan

3. Meningkatkan ekskresi dg. Lar.NaCl.

4. Diet rendah kalsium

5. Jika fungsi ren terganggu hemodialisis HiperCa (>10,5 mg/dL) 

Koreksi = Ca serum + (0,8 x Jumlah albumin)

Jika fungsi ren baik : 1 – 2 L NS + furosemide 80 – 100 mg tiap 12 jam slama 24 jam I 

Prednison 60 mg/hr PO atau hidrokortison suksinat 200-300 mg iv

Bifosfonat (hambat aktiv.osteoklast) 

Pamidronat 60 – 90 mg i v selama 4 – 24 jam

Disodium etadronat 7,5 mg/Kg iv @hari slama 4 jam untuk 3 – 7 hari 

Plikamisin (mitramisin) 25ug/Kg iv dalam 500 ml D5% slama 3 – 6 jam, diulang bbrp kali dgn selang 24-48 jam

MAGNESIUM

Harga Normal : 0.74 – 0.99 mmol/L

Hipomagnesemia  Tx/: pemberian kalsium 5-10 meq I.v diuretik bila fungsi ginjal baik hemodialisis

A. Hypocalcemia

Normal Values: Total 8.5-10.5 mg/dl.

(Ionized 4.5-5.3 mg/dl. Use Ionized Calcium Levels before treating or Calculate Albumin Levels)
  • Inj:  Calcium Chloride, Calcium Gluconate PO: Calcium Carbonate, Calcium Gluconate
  • Dosing: 
  1. Ionized Ca. 4.0-4.4 give  0.5-1 g Ca-Gluc, IVP over 5-10 min. Repeat 8-12 hr. prn.
  2. Ionized Ca. 3.5-3.9 give 1-2 g Ca-Gluc. IVP/IVPB over 15-30 min. Repeat a4-8 hr. prn.
  3. Ionized Ca < 3.5 or symptomatic, give 1-2 gm Ca-Gluc. IVP/IVPB over 5-10 min. Repeat q1-2 hr.prn.
  • WARNING: Correct Hypomagnesia and Hyperphosphatemia. Wait min. of 30 min. before rechecking.

B. HypoMagnesia

  • Normal Values: 1.8-2.3 mg/dl
  • Inj: MgS04 PO: MgS04/Mg02.
  • Dosing: 
  1. If between 1.0-1.8 give 1-2 gm MgSo4 IVPB over 1 hr. Repeat q 6-12 hr. prn
  2. If <1.0 give 4 gm MgS04 over 2 hrs. then 2 gm MgS04 IVPB over 1 hr q 2 hrs.
  • WARNING:
  1. Hypomagnesia may cause hypokalemia and hypocalcemia.
  2. Rapid Infusion may cause hypotension and flushing. 1 gm= 8.12 meq

C. Hypokalemia (potassium)

  • Normal Values:  3.5-5.4 mEq/L
  • Inj. KCL, K-phos, PO: KCL, (K-Lyte®, K-Dur®, liquid KCL)
  • Dosing: 
  1. If 3.0-3.5 give 40mEq/L over 1 hr. (40mEq/250 ml over 2 hr.)
  2. If  <3.0, give 40mEq/100 ml IVPB q2-4 hr until depletion is corrected.
  • WARNING: Infuse through central line with continuous EKG monitoring. Don’t give more than 80 mEq before rechecking levels. Correct Concurrent Hypocalcemia

D. Hyperkalemia (potassium)

  • Normal Values: 3.5-5.4 mEq/L
  • Dosing:
  1.  If K >5.5, consider 15gm PO qd-qid  of Kayexalate (mix in water or sorbitol) to decrease levels.
  2. Stop K- IV fluids.

E. Hypophosphatemia (Phosphorus)

  • Normal Values:  2.0-4.6 mg/dl
  • Inj: K-Phos, Na-Phos: PO: Phospho-soda (20.8 mmol/5ml)
  • dosing:
  1. If between 1.5-1.9 give 0.125 mmol/kg IVPB over 4 hrs. ( max 15 mmol) or Phospho-soda 5 ml PO bid-tid.
  2. If between 1.0-1.4 give 0.25 mmol/kg (IVPB over 4 hrs. (max 25 mmol). If <1.0, give 0.375-0.5 mmol/kg (max dose 40 mmol)
  • WARNING: Avoid use of phosphate in severe hypocalcemia.. Wait 30 minutes before rechecking.
* BID- Twice a day, TID- Three times a day, PRN- as needed, Inj-Injection, PO- By Mouth, hr- hours

sebuah catatan kecil

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 28 pengikut lainnya.